Surat Dari Ayah Dan Ibu

kakeknenek

anakku,
saat aku sudah tua nanti
aku berharap kau mengerti
dan lebih bersabar hati

ketika aku memecahkan gelas kaca
atau menumpahkan sup di meja
sudah berkurang penglihatanku
kuharap jangan membentakku

ketika pendengaranku sudah berkurang
aku tak mendengar apa yang kau bilang
jangan katakan bahwa aku tuli
mohon agar kau mau mengulangi

maafkan aku, nak
karena aku sudah tua
kedua belah kakiku terasa lemah
bila mengajakku berdiri bersabarlah

seperti juga waktu itu
ketika aku mengajarimu
berjalan untuk pertama kali
kau gunakan dua kaki

ketika aku mengulang-ulang pembicaraan
sebagaimana rusaknya kaset rekaman
aku harap kau tetap mau mendengarkan

mohon jangan mentertawaiku
atau malas mendengarkanku

ingatkah dulu ketika kau balita
saat kau minta dibelikan boneka
kau mengulang- ulang permintaanmu
hingga kau dapatkan apa yang kau mau

maafkan bila badanku bau
jangan memaksa aku mandi
sudah terlalu lemah tubuhku
tak bisa menahan rasa dingin

ingatkah waktu dulu
ketika kau masih kecil
aku harus mengejarmu
agar kau mau mandi

bila kau ada waktu luang
ajaklah aku berbincang
walau itu hanya sebentar
membuat mataku berbinar

aku selalu merasa sendiri setiap waktu
dan tak ada yang mau berbicara padaku

aku tahu kau sedang sibuk bekerja
meski kau tak suka aku bercerita
mohon sediakan sedikit waktu
sekedar untuk mendengarkanku

ingatkah kau ketika masih kecil
aku harus mendengarkan ceritamu
tentang teddy si beruang mungil
sambil menunggu waktu tidurmu

ketika menjelang saat terakhir
aku berbaring ditempat tidur
aku harap kau masih bersabar

maafkan aku, nak
bila tiba tiba kasurku basah
janganlah engkau marah-marah
aku harap kau masih mau bersabar
sampai saat-saatku menjelang ajal

aku tak akan lama lagi bertahan
hingga saat kematianku datang
kuharap kaupun mau
memegang tanganku
memberiku kekuatan
menghadapi kematian

dan janganlah kau merasa ragu
ketika dengan Tuhan aku bertemu
aku akan bisikkan kepadaNya
agar kau selalu diberkahiNya

sebab kau sayang pada ayah dan ibu
terima kasih atas segala perhatianmu
kami selalu mencintaimu, nak
dengan sebesar-besarnya cinta

ayah dan ibu

.oOo.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

1 Komentar